Sabtu, 05 November 2011

Anak

                                    Anak Belajar dari Kehidupannya (Children Learn What They Live)


  • If a child lives ctritism, He learns to condemn. 
          Jika anak dibesarkn dengan celaan, ia belajar memaki.
  • If a child lives with hostility, He learns to fight. 
          Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
  • If a child lives with ridicule, He learns to be shy. 
          Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
  • If  child lives with shame, He learns to feel guilty.
          Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
  • If a child lives with tolerance, He learns to be patient. 
          Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
  • If a child lives with encouragement, He learns to be confident. 
          Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar menyesali diri.
  • If a child lives with praise, He learns to appreciate. 
          Jika anak dibesarkan dengan pujian,ia belajar menghargai.
  • If a child with fairness, He learns justice. 
          Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.
  •  If a child with security, He learns to have faith, 
           Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
  • If a child with approval, He learns to like himself. 
          Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya. 
  •  If a child with acceptance and friendship, He learns to find love in the world. 
           Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. 


By : Dorothy law Nolte

Cobaan Hidup

Air Mata Mutiara

Mutiara Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi 'kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi 'kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang 'biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Allah SWT.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........